Sastra

Sayap yang Sejenak Singgah

Karya : Irfan Yudha dan Arie Laksmana Di tengah panas terik mentariTerselip sebuah harap tuk digapaiAdapun rintangan yang harus dijajahDengan penuh effort juang energiNamun terkadang tak dihargaiSetidaknya sang surya sudah mencintai dalam diamIa berkata cinta itu tak harus memilikiSekejap sang surya ucapLantas mengapa di saat sayapmu patah kau kembali?Tapi seketika pulih kau terbang jauhHingga kau […]

Sastra

Negosiasi Waktu

Karya : Arie Laksmana Terima kasih orang-orang baik Terima kasih insan seperjuanganTerima kasih TuhanDua tahun berlalu menjalani hidup yang tanpa arahTanpa tujuan yang tak menentu Saya tidak menganggap diri saya orang baikHanya saja saya lelah menjadi pegangan tanggayang selalu siap menahan pegangan tangan Setiap insan punya keadaan yang berbedaDan setiap insan punya masalah yang berbeda […]

Sastra

Denting Kekalahan

Karya : Moh Izzudin Abdillah/Hus Katakanlah sesungguhnya solatku dan ibadahku dan kehidupanku dan kematianku untuk Allah tuhan semesta alam Mana yang lebih perih?Goresan luka yang ditetes jeruk nipisAtauIngatan masa lalu yang menimbulkan tangis Mana yang lebih membuat sesak?Menghirup asap gas air mataAtauDidatangi duka secara tiba-tiba Nyatanya, ratusan hari tak membuatmu yakinPercakapan demi percakapan yang telah […]

Sastra

Kusuma Bangsa

Oleh : Muhammad Iqbal Haqqi/Hus Dalam penantian menuju penghabisanTerlihat flamboyan menikmati siksaan demi siksaanSebuah awal dari kehancuranDimana moral tak lagi digunakan Miris dan ironisSebuah pemberontakan partai zionisTanpa ampun membuatnya meringis dan hati keluarga yang teriris-iris Itulah kekejaman PKI Pahlawan ku disayat silet gerwaniDengan maksud mengintimidasi Dan penembakan secara keji Memohon tuk segera dihabisi Siksaan demi […]

Sastra

Pelangi, Aku dan Kamu

karya : Ariel Ananda P Rintik hujan kian meredup Kilatan mendung perlahan pudar Dan langit kelabu-pun tergantikan Akan datangnya pelangi Pelangi datang usai mendung menerjang Ia dengan secercah warna diantara gelapnya awan Ku-umpamakan seperti dirimu Iya kamu, pelangiku Kamu datang disaat awan hidupku kelabu Kamu memberikan rasa disaatku hampa Kamu membawa secercah bahagia diantara luka […]

Sastra

Apakah Masih Tersisa

karya : Ferri Haris Saputra 30 detik menghabiskan Secangkir coffee hangat Tak lebih singkat dari Pertemuan mata kita Kenapa mulut ini menolak Hanya untuk menegur sapa Bahkan kaki ini Seakan terikat untuk hanya Mengambil jejak Apakah masih tersisa Kenangan manis Atau Kenangan buruk disaat kita Saling meninggalkan

Sastra

Kelinci yang Terlupakan

Karya : Della Anggraeni Saat rembulan datang Gelombang angin membasuh rasa Menangkap asing sosok bermata jingga Seolah memberi tanda di sini bukan miliknya Dia seperti kelinci yang tak berdaya Yang berdiri kokoh tanpa arah Melompat dengan melodi nan gundah Ingin menyerah namun dirinya masih resah Kaki kecilnya semakin lengah Pikirannya mulai tercampur rata Denyut jantungnya […]

Sastra

Konspirasi Kekosongan Rindu

Karya : Oktafia Purnama sari Ku belah malam Membaginya menjadi aku dan engkau Sebelum ku taburi mawar dikening mu Menuliskan cerita di kelopak mata kita Merebus dingin menjadi hangat Lalu melantarkan rindu Dan kini Terhempas bagai daun kering berharap namun gugur Sedang ku peram rindu hingga ranum Dalam tangan rindu di hatiku Meski aroma nya […]

Sastra

Senja Kita Telah Berbeda

Karya : Ameilia Saputri Tuan, kita itu senja atau jingga Yang paling sederhana pesonanya Yang terpandang banyak mata Yang menerangi indah gelapnya dunia   Senja selalu seperti ini Datang lalu menjadi ilusi Ilusi yang hilang dan pergi Tak pernah terbayang lagi dan lagi Pengecutnya diriku… Dihadapanmu aku malu menatapmu Di hadapan penciptamu Aku terang terangan […]

Sastra

Aku dan Negeriku

Ekonomi tak jauh dari uang Politik bermodal uang Sosial memerlukan uang Budaya membutuhkan uang Manusia berada dalam kuasa uang Masih sehatkah negeriku ? Hukum tak lagi sebuah peraturan Keadilan tak lagi adil Pendidikan hanya mengedepankan nilai Kejujuran bukan lagi hal yang perlu dihargai Bahkan pemimpin sibuk memperkaya diri sendiri Miris sekali negeriku Kekayaan bumi pertiwi […]