Pagi sendu menyelimuti hamparan laut yang bisu,
paus memberanikan diri mendekat pada kapal penuh cerita,
para pelaut membawa ragam jiwa yang tak saling mengenal,
dan aku, kucing kecil, hanya setitik ragu di antara mereka.
Nyanyian paus mengalun seperti doa yang terurai angin,
mengepakkan ekornya, mengirim isyarat yang hangat.
Hatiku bergetar di antara ingin dan takut,
langkah kucing kecil tertahan oleh bayang-bayang keraguan.
Para pelaut memandang dengan heran dan curiga,
menolak makna dari tingkah paus yang tak biasa.
Namun paus tetap setia mengitari perjalanan kami,
menjadi bayang yang tak pernah pergi.
Musim berganti tanpa jeda menghapus jarak,
Kucing kecil mulai berani mendekat pada kehadirannya.
Para pelaut pun luluh, menerima kebersamaan merajut kisah
hingga hidup menjelma keluarga tanpa ikatan darah.
Penulis : Gustami Anggraeni/Hus
Editor : Arga/Hus


