Demokrasi Sepi, Wajah Baru Fapet Kemana?

mediahusbandry.com- Pendaftaran Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) dibuka sejak tanggal 9 November 2021, namun masih minim atensi dari mahasiswa Fapet. Pendaftaran yang diagendakan tutup pada tanggal 15 November 2021 ini bahkan sudah mengalami dua kali perpanjangan dimana terakhir akan ditutup pada Sabtu (20/11/2021) pukul 15.00 WIB. Kejadian ini menjadi polemik terkait siapa yang akan melanjutkan arah gerak Keluarga Mahasiswa (KM) Fapet khususnya di bidang eksekutif (BEM).

Perpanjangan Pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden Pic : Instagram/dlmfapetunsoed

Hafiz selaku perwakilan dari Partai Kreatifitas Mahasiswa (PKM) menjelaskan kejadian ini terjadi karena nama-nama yang diusung dan dirasa kompeten tidak siap untuk dicalonkan melanjutkan roda eksekutif di Fapet.

“Dari segi atensi dan sikap dari partai sejauh ini sudah baik, bahkan banyak menteri-menteri di kepengurusan BEM tahun ini yang ditawari untuk lanjut namun bersikeras untuk menolak. Alasannya masalah akademik, pertimbangan keluarga, atau tujuan-tujuan pribadi yang ingin dicapai. Mungkin perlu jadi gambaran untuk ke depannya bahwasanya perlu ada pengkaderan juga oleh Presiden BEM yang saat ini menjabat,” ungkap Daffa Ananta selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) Fapet Unsoed.

Sementara itu, Usup Supriatna selaku Presiden BEM Fapet saat ini menyebutkan kaderisasi bukanlah ranah yang perlu dilakukan secara khusus oleh Presiden BEM yang menjabat melainkan peran partai-partai yang tentu saja membawa kepentingan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)-nya.

“Seharusnya sudah sejak 3 bahkan 4 bulan lalu setiap partai memikirkan nama-nama siapa yang akan dicalonkan untuk naik ke ranah legislatif dan eksekutif, jadi saya pribadi tidak kaget dengan kejadian seperti saat ini,” ungkap Usup.

Attila, mahasiswa umum Fapet Unsoed mengungkapkan bahwa euphoria demokrasi kampus saat ini berbeda jauh dengan demokrasi-demokrasi sebelumnya dimana atensi mahasiswa dan pergerakkan partai begitu terasa walaupun dalam kondisi daring.

“Kalau sekarang kayak adem-adem aja, bahkan saya kurang tahu kalau ternyata pendaftaran Pemira ini diperpanjang sampai dua kali,” jelas Attila saat diwawancarai pada Jumat malam (19/11).

Usup berpesan kepada mahasiswa umum khususnya angkatan 2018 dan 2019 untuk peduli akan kondisi seperti ini agar demokrasi kampus ini tidak mati dan kultural yang sudah dibangun puluhan tahun tidak hilang begitu saja.

“Saya tidak bosan-bosan mengingatkan ucapan salah satu tokoh penting di Fapet bahwa kalau memang berani, jangan takut-takut. Kalau takut, jangan berani-berani,” Ujar Usup.

Reporter : Aray/Hus

Narator : Aray/Hus

Editor : Abhipraya/Hus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *