Bincang Bareng Birokrat: Penyampaian Aspirasi Mahasiswa Hingga Solusi

mediahusbandry.com – (6/11/21) Kegiatan diskusi bersama wakil dekan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) dilaksanakan secara luring di Ruang Rapat Fapet Unsoed. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), asisten, dan tiga orang wakil dekan guna membahas aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa berkenaan kegiatan akademik, kemahasiswaan, dan fasilitas kampus.

“Saya apresiasi kepada mahasiswa atas kegiatan ini karena dalam rangka memperbaiki kualitas kampus, mahasiswa turut andil dan berperan lebih,” ujar Mochammad Sugiarto, S.Pt, MM., Ph,D. dalam sambutannya selaku Wakil Dekan Dua Bidang Umum dan Keuangan Fapet Unsoed.

Kegiatan Bincang-Bincang bersama para Wakil Dekan Fakultas Peternakan Unsoed yang baru diangkat untuk periode 2021-2025 dengan perwakilan elemen mahasiswa Fapet di Ruang Rapat Fakultas Peternakan (pic: Oliv/Hus)

Kegiatan ini berlangsung dengan membahas tiga pokok bahasan yang mencakup problematik akademik, kemahasiswaan, dan fasilitas kampus. Perbincangan tersebut melahirkan kesepakatan untuk birokrat mulai melalukan pengecekan lingkungan kampus Fapet pada hari Rabu, 10 November yang akan datang.

Keresahan mahasiswa yang disampaikan dari bidang akademik yaitu mengenai jam kerja tenaga pelayan kampus seperti Bagian Pendidikan (Bapendik) dan Bagian Umum (Bagum). “Jam kerja Bapendik dan Bagum sebetulnya kan sudah jelas, tapi dalam prakteknya selalu tidak tepat waktu yang justru terkesan mempersulit pelayanannya,” ucap Usup selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fapet Unsoed 2021.

Menanggapi Usup, Novie Andri Setianti, S.Pt, M.Sc, Ph.D. selaku Wakil Dekan Satu Bidang Akademik menyampaikan keresahan yang sama. Bahwasanya dosen ikut merasakan pelayanan di Bapendik dan Bagum yang masih kurang dan tidak sesuai jam kerja. Menurutnya nanti perlu adanya evaluasi lebih lanjut untuk memperbaiki kinerja pelayanan.

Pemberlakuan jam kuliah malam menjadi hal yang memberatkan mahasiswa, karena ada beberapa mata kuliah yang mengganti jam perkuliahan ke malam hari. Aspirasi lain yang disampaikan yaitu mengenai pendampingan asisten dari laboratorium yang belum maksimal serta honor asisten yang minim. “Indikator yang digunakan untuk honor asisten itu berdasar kelasnya, sedangkan untuk mata kuliah peminatan hanya satu kelas meskipun jumlah mahasiswanya terbilang mencapai dua kelas. Sebaiknya ditinjau kembali mengenai honor asisten supaya dari asisten bisa memaksimalkan potensi yang ada,” ujar Aprilan selaku perwakilan asisten mata kuliah.

Novie menjelaskan kepada Aprilan bahwa terjadi pemangkasan anggaran untuk kegiatan perkuliahan yang sebelumnya luar jaringan (luring) menjadi dalam jaringan (daring). Bahwasanya menjadi asisten itu suatu yang tidak bisa dinilai dengan apapun, karena merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga.

Bahasan berikutnya yaitu mengenai kegiatan kemahasiswaan diantaranya adalah pemberlakuan kegiatan mahasiswa di kampus. Jam yang diberlakukan untuk kegiatan mahasiswa ialah jam 6 pagi sampai dengan jam 8 malam karena disesuaikan dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 di Banyumas. Hal tersebut diresahkan oleh UKM Gamet yang harus meluangkan waktunya hingga malam untuk berlatih lagu. “Kalau memang hanya sampai jam 8 malam, dari Gamet masih kurang karena harus menyiapkan alat untuk latihan. Kita mulai latihan saja jam 6 sore karena kalau siang mengganggu jam kerja,” ucap Noreen selaku ketua UKM Galeri Musik Peternakan (Gamet).

Hal tersebut ditanggapi oleh Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, MP. selaku Wakil Dekan Tiga Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama bahwa kegiatan di kampus masih dibatasi karena kondisi masih pandemi, untuk UKM yang membutuhkan jam lebih sampai malam bisa melakukan perizinan dan disertai output dari kegiatan tersebut. Ia juga menambahkan, untuk kegiatan di luar kampus, perizinan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) harus jelas dan lengkap, karena ketika berkegiatan di luar kampus yang bertanggungjawab sepenuhnya adalah dari pihak kampus.

Suasana ruangan ketika diskusi penyampaian aspirasi mahasiswa kepada birokrat berlangsung (pic : Oliv/Hus)

Pembinaan UKM juga menjadi satu bahasan yang cukup diresahkan oleh mahasiswa pegiat UKM, karena pembina UKM yang merupakan dosen juga mayoritas tidak ada interaksi kepada UKM terkait. “Beberapa minggu kedepan akan diadakan pertemuan pembina UKM supaya terjalin komunikasi yang baik,” jelas Agustinah.

Merespon Agustinah, Farhan selaku ketua UKM Unit Pengabdian Masyarakat (UPM) menambahkan bahwa kegiatan UKM bisa bekerjasama dengan kegiatan dosen yaitu penyuluhan. UPM siap membantu dan ikut serta apabila ada dosen yang akan melaksanakan penyuluhan, karena itu juga bagian dari tugas UPM dan mahasiswa pada umumnya.

Fasilitas kampus juga menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. Mengingat, masih banyak yang perlu dibenahi seperti sekretariat UKM, lapangan, dan pengelolaan kebersihan kampus. “Lapangan yang ada di Fapet sangat memprihatinkan kondisinya, untuk digunakan jauh dari kata layak dan harapannya ada perbaikan kondisi dan kualitas lapangan supaya dapat digunakan untuk berkegiatan olahraga atau kegiatan mahasiswa yang lain,” tambah DIka selaku ketua UKM Association of Sport of Animal Science (ASAS).

Novie juga menambahkan bahwa fasilitas kampus yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa nantinya akan diproyeksikan untuk dibangun gedung bersama kegiatan mahasiswa dan juga fasilitas penunjang lain seperti lapangan dan pendopo. “Rancangannya sudah ada dan akan dimasukkan ke anggaran tahun depan,” ucapnya.

Lalu yang terakhir adalah berkaitan dengan kebersihan toilet dan pengelolaan sampah. “Toilet yang ada di samping sekre kondisinya sangat tidak terawat dan kotor, alangkah lebih baik untuk diperbaiki guna kebaikan bersama, juga perlu pengadaan tong sampah di masing-masing sekre, karena sejauh ini banyak sampah yang berserakan,” ujar Udin selaku Ketua UKM Teater Corak.

Kegiatan diskusi berjalan dengan lancar dan berakhir setelah adzan Duhur berkumandang, serta akan terus ditindaklanjuti berdasarkan prioritas jangka pendek dan jangka panjang.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar dan interaktif. Hasil dari ini, akan kita bersamai untuk mengawal dan nantinya akan ada kegiatan diskusi seperti ini lagi supaya terjadi kesinambungan antara mahasiswa dengan pihak birokrat mengenai keresahan atau aspirasi yang ada di tingkat mahasiswa,” jelas Haydar selaku Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM Fapet Unsoed 2021.

Reporter : Oliv/Hus, Ulil/Hus

Narasi : Ulil/Hus

Editor : Oliv/Hus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *