Secercah Harapan dari Pelantikan BEM dan DLM Fapet

Mediahusbandry, Purwokerto – Pelantikan Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM), Presiden, dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fapet UNSOED telah dilaksanakan pada Jumat, 20 Desember 2019 yang bertempat di Pendopo Fakultas Peternakan Unsoed. Pelantikan tersebut bertujuan untuk melantik secara resmi DLM, Presbem dan Wapresbem terpilih serta serah-terima jabatan dari pengurus sebelumnya ke pengurus selanjutnya.

Pelantikan enam DLM serta Presiden dan Wakil Presiden BEM ini berjalan lancar dan damai. Hal tersebut dikarenakan para calon yang tidak terpilih menyikapinya dengan dewasa, sehingga tidak terjadi kerusuhan. Selain itu, pelantikan ini juga sangat berbeda dengan masa kampanye dikarenakan pada saat pelantikan tidak ada perkubuan, tetapi yang ada adalah kebersamaaan.

Pelantikan diawali dengan melantik DLM terlebih dahulu yang beranggotakan Aprilan Pardamean Hutagalung, Muhammad Taufik Febrian, Ferlina, Abdul Aziz, Muhammad Rifqi Fadhillah, dan Evi Siti Sohifah.

“Saya ingin menjadi DLM, karena diawal saya tidak mempunyai UKM dan juga ingin mengawali serta mengakhiri perkuliahan di Fapet dengan baik, karena tidak bagus kalau saya tidak punya kegiatan dan tanggungjawab di Fapet ini, selain itu saya secara kultural juga bisa dekat dengan mahasiwa lain”, ujar Aprilian selaku koordinator DLM Fapet periode 2019/2020.

Ia juga menambahkan bahwa, DLM bukan organisasi melainkan lembaga, tujuannya itu sama saja untuk KM Fapet, inti tujuannya adalah DLM dari beberapa cara membangun KM Fapet agar menjadi lebih maju.

DLM memiliki tugas yaitu mengawasi kinerja dan program kerja dari BEM, sehingga perlu hubungan yang baik antar keduanya. Sinergitas kedua lembaga ini perlu diupayakan guna tercipatanya KM Fapet yang harmonis.

Setelah pelantikan DLM, acara pelantikan dilanjutkan dengan melantik Denis Agita sebagai Presiden BEM dan Tangguh Wicaksana sebagai Wakil Presiden BEM Fapet periode 2019/2020. BEM sangat diperlukan mahasiswa sebab, keberadaan BEM memang tepat sebagai elemen ataupun kelengkapan KM Fapet. Mahasiswa yang mempunyai aspirasi disalurkan melalui mereka, lalu mereka yang mengkaji dan mereka yang melaksanakan hal itu. Presiden BEM memiliki tanggung jawab yang besar, oleh karenanya Presbem harus merupakan orang yang memiliki komitmen tinggi untuk membangun Fapet menjadi lebih maju.

“Saya berpikiran kalau memang ada yang lebih baik dari saya, saya tidak akan naik, tetapi kalaupun ada yang naik tapi teman-teman merasa ini harus dilawan, ya saya naik. Yang melatarbelakangi, pertama, kecintaan saya dengan Fapet karena saya pernah membersamai satu periode BEM Fapet sebelumnya dan suara telinga di belakang yang menyemangati saya dan pada akhirnya, jika memang trust dan care itu ada pada diri saya, saya akan maju”, ujar Denis selaku Presiden BEM Fapet periode 2019/2020.

Ia juga menambahkan, hubungan baik dengan birokrasi kampus merupakan salah satu tujuan selama kepengurusan Denis dan Tangguh. Hal tersebut karena mahasiswa umum perlu difasilitasi terkait pelayanan dengan birokrasi. Selain itu banyak hal yang perlu dibenahi guna sinergisnya KM Fapet

“Dalam pelaksanaanya menjadi Presbem pasti akan sering berurusan dengan birokrasi kampus. Pandangan saya terkait birokrasi kampus karena kemarin saya salah satu instrumen yang mengurusi beberapa hal atau kasus terkait mahasiswa dengan birokrasi, sejauh ini saya memandang birokrasi kampus sudah cukup bekerja sama dengan kami, meskipun di beberapa poin terkadang tidak berkoordinasi dengan kita. Tetapi setelah tidak berkoordinasi ini, kita hubungi dan bicara  baik-baik akhirnya tercapai titik temunya. Sebenarnya hanya karena miskomunikasi saja,” jelas Denis.

“Karena diakui juga oleh para birokrasi memang pelayanan dari birokrasi khusnuudzon sekali pegawai-pegawai di bapendik atau kepegawaian yang tercatat sebagai ASN yang masuk jam 07.00 pulang jam 18.00, istirahat 11.30 masuk lagi jam 13.00. Tapi realitanya terkadang sulit ditemui di jam yang seharusnya telah dijadwalkan. Mungkin kalau dosen dapat dimaklumi karena mereka terkadang mengajar di jam tersebut dan Wakil Dekan mempunyai tugas tambahan, tetapi pegawai dia bukan seorang dosen, dia hanya bekerja disana dan tidak ada tugas tambahan tetapi nyatanya masih tidak ada. Maka dari itu kita simpulkan bahwa pelayanan ini perlu diperbaiki dan melalui hasil audiensi dengan Pak Yusuf yang mewakili birokrasi, beliau akan mencoba merapikan kembali,” tambahnya.

Selain itu, menjadi Presbem pasti memerlukan sinergitas yang baik antar KM Fapet. Sinergitas KM Fapet sekarang sudah baik dan sudah cukup optimal, karena sudah kultural sekali antar elemennya, tetapi di satu sisi tetap harus dewasa ketika sudah masuk pada fase politik. Bersaing secara sehat dalam berpolitik adalah hal yang wajar.

“Saya sangat sepakat tentang kultur kekeluargaan, karena bagi saya kultur kekeluargaan ini menyatukan. Artinya akan semakin mudah melakukan pendekatan antar UKM maupun anggota-anggota UKM dari sekre ke sekre. Jadi kultur tersebut baik dan harus dijaga”, jelas Denis

“Dan untuk KM Fapet, harapan saya adalah terus tingkatkan kemampuan semisal dari kesadaran berorganisasi, politik, dan akademik. Jadi saya ingin KM fapet dan segala aktivitasnya itu balance, baik kesadaran politik, akademik, beroganisasi, kewajiban ibadah, dan juga buat keluarga”, tambahnya.

Reporter : Dodit/Hus, Dafa/Hus

Narasi : Dodit/Hus, Dafa/Hus

Editor : Caca/Hus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *