Di atas tanah yang merintih di bawah kaki-kaki palsu, Kami mengeja aksara di antara puing-puing nurani yang berdebu.
Pendidikan hanyalah pajangan di etalase yang retak, Dibeli dengan harga murah oleh mereka yang hatinya telahlama berjarak.
Apakah dahaga akan ilmu ini terlalu tinggi bagi negeri yang sedang karam?
Di saat logika dipasung, dan kebenaran diseret ke ruang- ruangremang nan kelam.
Kalian sibuk menabur janji di atas tanah yang keringkerontang, Sementara kami dipaksa menelan racun kebodohan agar tetap tenang.
Bukankah ironi itu elok saat disaksikan dari singgasana?
Menjadikan kami buta agar tak mampu melihat busuknya tata negara.
Pendidikan bukanlah lagi pelita yang membimbing
langkah, Melainkan rantai emas yang menjerat kami agar tetap patuh dalam gundah.
Jika memang cerdas adalah dosa di negeri yang sedangsekarat ini, Maka biarlah kami menjadi saksi, atas matinya akal yang kalian bunuh hari demi hari.
Penulis: Dwi


