Berita

Panggung Jalanan, Suara Perlawanan: BEM Banyumas Raya Desak Prabowo–Gibran Mundur

PURWOKERTO – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banyumas Raya menggelar aksi bertajuk mimbar bebas di Purwokerto sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah. Aksi tersebut dikemas dengan panggung jalanan yang menghadirkan lapak baca, pertunjukan teater, serta ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
Perwakilan BEM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Azfa Febra Pramudika, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan respons atas berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai menimbulkan keresahan di masyarakat.
Menurut Azfa, Aliansi BEM Banyumas Raya menyoroti sejumlah isu, di antaranya proyek Makan Bergizi Gratis (MBG), RUU Penyiaran yang disebutnya sebagai KADMP, serta pembentukan batalyon teritorial. Ia menilai kebijakan-kebijakan tersebut perlu dihentikan karena dianggap membuka ruang bagi praktik penyalahgunaan anggaran dan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami ingin proyek MBG, KADMP, dan batalyon teritorial segera dihentikan. Ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat yang kami konversikan menjadi gerakan,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, aliansi juga menyampaikan tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri. Menurut Azfa, tuntutan tersebut lahir dari penilaian mereka terhadap praktik pemerintahan yang dianggap lebih menguntungkan kelompok tertentu daripada masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.