
Perwakilan BEM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Azfa Febra Pramudika, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan respons atas berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami ingin proyek MBG, KADMP, dan batalyon teritorial segera dihentikan. Ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat yang kami konversikan menjadi gerakan,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, aliansi juga menyampaikan tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri. Menurut Azfa, tuntutan tersebut lahir dari penilaian mereka terhadap praktik pemerintahan yang dianggap lebih menguntungkan kelompok tertentu daripada masyarakat luas.



