Ampas bir adalah sisa fermentasi yang sebagian besar terdiri atas pati dan gula dari gandum pada saat pembuatan bir. Ampas bir mengandung 27,5% protein kasar; 6,5% lemak kasar; 14,21% serat kasar; 41,1% BETN; 0,29% kalsium; dan 0,48% phospor. Kandungan protein yang tinggi mengindikasikan ampas bir dapat digunakan sebagai bahan pakan sumber protein.
Pemanfaatan ampas bir telah umum digunakan sebagai pakan ternak ruminansia terutama pada sapi dan domba. Pemberian ampas bir untuk sapi dalam bentuk bahan kering adalah 10 – 30% dari ransum, sedangkan dalam bentuk basah adalah sebesar 9 -14 kg. Penggunaan ampas bir yang efektif dalam bentuk kering sebanyak 30 – 40% dari bahan kering konsentrat. Tingginya nilai protein kasar dan karbohidrat terlarut yang terkandung dalam ampas bir akan mempengaruhi populasi mikroba rumen. Di dalam rumen terdapat banyak variasi dan jumlah dari populasi mikroba.[…]
