PURWOKERTO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman menggelar peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi susu sebagai sumber gizi bagi kesehatan dan kecerdasan generasi bangsa. Mengusung tema “Seruput Sepisan, Dadi Juwara”, kegiatan ini menghadirkan berbagai rangkaian edukasi yang menyasar anak-anak hingga masyarakat umum.
Ketua pelaksana HSN 2026, PO, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga sarana edukasi untuk menanamkan kebiasaan minum susu sejak dini. Menurutnya, HSN diharapkan mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui investasi sehat berupa konsumsi susu yang dapat menunjang kesehatan sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih cerdas.
“Semoga HSN memberikan dampak positif kepada masyarakat terhadap investasi sehat minum susu guna menunjang kesehatan dan masyarakat yang cerdas,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Robi sebagai perwakilan dari BEM Fapet mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan HSN 2026. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi simbol peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya susu sebagai sumber protein hewani yang dibutuhkan tubuh.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam HSN tahun ini. Harapannya, HSN dapat menjadi simbol untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya susu karena merupakan sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh,” katanya.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan III Fakultas Peternakan Unsoed menyoroti rendahnya tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia yang masih jauh dari rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni sekitar 30 liter per kapita per tahun. Bahkan, konsumsi susu Indonesia masih menjadi salah satu yang terendah di kawasan Asia Tenggara.
“Kesadaran masyarakat Indonesia terkait pentingnya minum susu masih rendah. Melalui kegiatan Hari Susu Nusantara ini diharapkan kesadaran tersebut dapat meningkat dan pada akhirnya menjadikan minum susu sebagai budaya di masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mendorong BEM untuk terus berinovasi dalam mengembangkan kegiatan bertema Hari Susu Nusantara dengan cakupan yang lebih luas. Menurutnya, kompetisi nasional seperti lomba video kreatif maupun karya tulis ilmiah dapat menjadi wadah yang efektif untuk menyebarluaskan edukasi mengenai pentingnya susu kepada generasi muda.
Hari Susu Nusantara sendiri bertujuan mengedukasi anak-anak sejak dini tentang pentingnya minum susu sekaligus membangun kesadaran masyarakat luas mengenai manfaat susu bagi kesehatan. Melalui kampanye yang dilakukan, diharapkan kebiasaan mengonsumsi susu dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat dan peduli terhadap pemenuhan gizi.
Susu diketahui mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein hewani berkualitas tinggi, kalsium, vitamin, serta mineral yang berperan dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan menjaga daya tahan tubuh. Kandungan tersebut menjadikan susu sebagai salah satu sumber pangan yang penting untuk mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Untuk mendorong minat generasi muda dalam mengonsumsi susu, diperlukan pendekatan yang lebih kreatif, seperti menghadirkan berbagai varian rasa yang sesuai dengan tren, produk turunan seperti yoghurt dan smoothies, hingga edukasi melalui media sosial yang menarik. Program minum susu bersama juga dinilai efektif untuk membentuk kebiasaan positif di kalangan anak-anak dan remaja.
Tema “Seruput Sepisan, Dadi Juara” yang diusung dalam HSN 2026 mengandung pesan bahwa setiap tegukan susu membawa manfaat besar bagi tubuh. Kandungan gizi yang terdapat di dalamnya membantu mendukung perkembangan otak dan pertumbuhan fisik anak sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi unggul yang siap menjadi juara di masa depan.
Melalui peringatan Hari Susu Nusantara 2026, panitia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi susu terus meningkat sehingga budaya minum susu dapat semakin mengakar di Indonesia, demi mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.



