Opini

Menjadi Manusia Supportif : Perlakuan Sederhana Yang Memberikan Dampak Besar Bagi Yang Lain

Hai apa kabar kamu hari ini? Semoga selalu dalam keadaan yang sehat dan tentunya bahagia selalu. Manusia merupakan suatu entitas yang sangat kompleks untuk dijelaskan, terutama kalau mengenai perilaku dan perasaan. Well, banyak manusia di bumi ini memiliki karakter ataupun tipikal yang berbeda beda. Ada yang pemarah, penghibur, pendendam, pembohong, pendiam, dan masih banyak lagi. Tapi, disini aku ngga bahas semua jenis manusia itu, disini aku mau bahas lebih spesifik tentang manusia supportif.

Sebelum lebih lanjut, kita harus tau apa itu supportif. Supportif merupakan suatu kata dari bahasa Inggris yang berarti mendukung, membantu, atau memberikan dorongan secara positif kepada orang lain. Sederhananya, si supportif itu dukungan untuk orang lain. Kenapa si menjadi manusia supportif memberikan dampak besar bagi yang lain?Okey jadi gini, sekarang kita hidup di era digital yang mana kita tau ya kebanyakan sekarang orang orang sering membuat konten digital, entah itu postingan dirinya sendiri, konten edukasi, hiburan, dan banyak lagi konten konten lainnya. Banyak pastinya tanggapan dari orang lain mengenai konten yang dibuat, ada yang bilang bagus, biasa aja, tidak bermutu, dan bahkan sampai mengatakan jelek. Saya paham semua komentar itu dapat dijadikan acuan bagi kita untuk mengevaluasi konten kita untuk kedepannya. Tapi apakah kalian sadar? semua komentar itu ada dampaknya terhadap pembuat konten tersebut.

Manusia memiliki perasaan yang berbeda beda, syukur si kalau semua komentar itu tadi ngga berpengaruh ke si pembuat konten jika si pembuat konten memiliki kondisi mental dan perasaan yang baik. Coba bayangkan jika si pembuat konten itu memiliki mental dan perasaan yang rapuh? Bisa jadi untuk kedepannya dia malah enggan atau bahkan takut untuk membuat konten lagi karena komentar yang jahat itu. Baik saya paham pasti diantara kalian banyak yang bilang “ya itu udh jadi resiko si pembuat konten, kalau mentalnya kurang mending jangan terjun ke sosmed !!”. Wkwkwk lu tuhan bro? Kok ngatur? Ya emng jadi konten kreator mentalnya harus dikuatin, tapi bukan berarti punya mental yang rapuh ga boleh bikin konten juga. Aku tau itu semua faktor eksternal yang ga bisa dikendalikan sama si pembuat konten itu. Cuma sebagai manusia yang baik alangkah baiknya kita kritik tapi dengan cara yang tidak membuat si pembuat konten itu tersinggung ataupun sakit hati. Misalnya nih, kontennya kurang bagus dikarenakan pemilihan font yang kurang tepat. Jangan langsung komen “font-nya jelek”, tapi komenlah “andai saja font-nya diganti yang sesuai pasti lebih bagus, semangat!!”. Dua hal yang maksudnya sama tetapi dengan penyampaian yang berbeda akan memberikan dampak yang berbeda terhadap si pembuat konten itu. Komen yang supportif akan memberikan dampak yang besar untuk si pembuat konten lebih giat dan semangat belajar lagi untuk kedepannya. Sebaliknya komen yang cenderung menjatuhkan akan membuat si pembuat konten enggan untuk membuat konten lagi.

Jadi, ayo mulailah bangun hal seperti itu menjadi suatu kebiasaan, yang mana hal seperti itu dapat memberikan dampak dan manfaat yang baik bagi sesama. Be wise, karena bicaramu itu cerminan pikiranmu.

Penulis : Puji Ramadhani

Leave a Reply

Your email address will not be published.