Berita

Resesi Harga Telur, Peternak Menjerit

telur yang akan dipasarkan

Mediahusbandry.com – Harga telur ayam di Banyumas sepekan ini merosot jauh dari biaya produksi. Peternak rugi karena harga jual mencapai Rp 16 ribu per kilogram. Hal tersebut dikarenakan harga pakan yang tinggi. Angka tersebut di bawah harga ideal, yakni Rp 19 ribu per kilogram menurut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Harga Acuan Penjualan di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.

Harga pakan yang tinggi, memaksa kualitas produksi tetap optimal. Akibatnya peternak rakyat harus memutar otak demi keuntungan salah satunya mengganti pakan yang lebih murah. “Memang begitu kondisi sekarang, paling antisipasinya mencari pakan atau membuat pakan yang sekiranya bisa lebih hemat.” Ujar Haryadi, pemilik Rizky Farm Ajibarang, Banyumas.

saat wawancara peternak

Haryadi menjelaskan penurunan harga telur di masyarakat tidak dapat dipastikan. Khususnya di era pandemi. Biasanya harga kembali naik ketika ada Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Sekarang nilai daya beli hancur dan PKH dipindahkan menjadi barang lain atau uang, otomatis telur menumpuk. Ditambah adanya kebijakan PSBB maka aktivitas ekonomi semakin terbatas.

Harga telur yang menurun dipengaruhi oleh persaingan antara kompetitor besar dengan peternak rakyat. Perusahaan penyedia DOC (Day Old Chicken) kerap menjual produknya dengan harga tinggi kepada peternak. Haryadi mengatakan bahwa Pemerintah Pusat dapat menekan regulasi dalam mengendalikan keseimbangan harga produksi.

saat wawancara pedagang pasar

“Sebetulnya regulasi sudah ada, hanya saja sering dilanggar oleh kompetitor besar. Seperti saat harga DOC jatuh, mereka akan menjual telur hasil produksi dengan harga yang rendah. Akibatnya peternak rakyat terkena imbasnya. Di situ regulasi Pemerintah Pusat diharapkan dapat mengatur kompetitor besar, walau sering ditemukan kecurangan di lapangan.” Ucapnya.

Harga telur ayam yang merosot di kalangan peternak, diikuti turunnya harga telur di pasar dan kios kecil. Suparno, Pedagang telur di pasar Sokaraja, menjelaskan harga jual telur sebelumnya adalah Rp 25 ribu per kilogram. Sekarang telur yang dijual yaitu Rp 20 ribu per kilogram, dengan harga beli dari peternaknya Rp 18 ribu per kilogram.

saat wawancara dengan pedagang kios kecil

Berbeda dengan pedagang kios kecil, anjloknya harga telur ayam tidak berpengaruh terhadap usahanya. Gones, pemilik kios di Cikembulan, mengutarakan mayoritas telur yang dibeli dalam bentuk eceran. “Bagi saya tidak ada bedanya antara harga telur naik atau turun karena orang yang membeli eceran hanya membutuhkan untuk hari itu saja.” Tegas Beliau.

Haryadi mewakili peternak rakyat mengharapkan pemerintah segera menetralisir harga telur sehingga peternak tidak mengalami kerugian karena harga pakan yang tinggi.

Reporter : Fenny/Hus, Shinta/Hus, Trismi/Hus

Narasi : Trismi/Hus

Editor : Oliv/Hus

Leave a Reply

Your email address will not be published.