Jalan Pemulihan Ekonomi di Kala Pandemi

Penulis : Tri Shinta/Hus

Setelah setahun lebih pandemi covid-19 berjalan, jumlah korban yang terpapar virus covid-19 masih tetap bertambah dan belum menuju tanda-tanda akan berakhir dalam waktu yang dekat. Bahkan di beberapa negara telah menyebar jenis virus varian baru yang lebih ganas dari virus covid-19, disebut dengan kode B117 dan N439K, yang juga telah menjalar ke Indonesia baru-baru ini. 

Dengan kondisi seperti ini, tentunya negara memprioritaskan terhadap penanganan pandemi guna mencegah jatuhnya jumlah korban maupun penularan yang lebih besar. Disamping itu, pemerintah terus berjuang keras mengupayakan agar ekonomi negara membaik. Jika tidak ada kebijakan-kebijakan simultan, upaya penyelamatan jiwa manusia menjadi lambat, terlebih juga perihal ekonomi yang mundur, yang mungkin sulit dan perlu waktu lama untuk bangkit kembali. 

Pemerintah Indonesia sendiri selama 2020 telah mengucurkan Rp 641 triliun rupiah untuk berbagai paket stimulus dan pada 2021 telah dianggarkan sebesar Rp 688 triliun. Namun di luar paket stimulus yang telah digelontarkan pemerintah tersebut, terdapat faktor-faktor lain yang berkontribusi mendorong pemulihan ekonomi menjadi lebih cepat. Dengan mengadakan program vaksinasi massal agar terhindar dari virus covid-19. Salah satu strategi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi ialah meningkatkan daya konsumsi masyarakat. Sektor konsumsi rumah tangga selama ini memberikan sumbangan sekitar 55% terhadap produk domestik bruto (PDB). Untuk memprovokasikan permintaan konsumsi rumah tangga yang lebih besar, baru-baru ini kementerian keuangan, Bank Indonesia, dan otoritas jasa keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan relaksasi di sektor sektor properti dan otomotif secara terbatas.  

Kita berharap, berbagai kebijakan dan stimulus ekonomi yang telah digulirkan, serta program vaksinasi massal, dapat membuat ekonomi kita segera bangkit, dari kontraksi yang terjadi selama 2020. Semoga pihak-pihak yang mengalami kerugian di masa pandemi segera dipulihkan dan dapat berjalan lagi dengan semestinya.

Editor : Abhi/Hus

Illustrasi : Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *