Harga Jual Ayam Rendah : Peternak Rugi, Mahasiswa Geram, Pemerintah ‘Cuek’

Mediahusbandry.com−Konsolidasi Nasional Mahasiswa Peternakan Jilid II dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dengan audiens perwakilan mahasiswa peternakan seluruh Indonesia dan perwakilan peternak ayam mandiri (2/8). Konsolidasi didasari pada kerugian yang terus dialami peternak ayam mandiri karena oversupply yang berimbas pada penurunan harga jual, mahasiswa pun turut merasakan dampak kerugiannya mengingat regulasi dari pemerintah belum mampu mengangkat kedaulatan peternak rakyat.

Konsolidasi Nasional Mahasiswa Peternakan Jilid II via Zoom Meeting

“Polemik oversupply sangat berimbas pada peternak ayam mandiri, harga DOC (Day Old Chick) yang naik sedangkan harga jual livebird sangat rendah, patut dipertanyakan. Sudah banyak peternak rakyat yang menggugat, tinggal kita awasi sejauh mana pemerintah menangani hal ini,” ujar Adelia perwakilan dari BEM Fapet Unsoed dalam mengawali diskusi sore itu.

“Kondisi ini tidak lepas dari peran pemerintah yang seolah membiarkan integrator (pelaku industri perunggasan−red) menguasai pasar yang di dalamnya terdapat peternak rakyat,” jelas Firdaus perwakilan dari BEM Fapet Unpad.

Ia juga mengandaikan persaingan ini layaknya pertandingan sepakbola Persib Bandung melawan Barcelona, yang mana Persib Bandung dimisalkan sebagai peternak rakyat yang skalanya sangat kecil dan Barcelona sebagai integrator yang skalanya sudah sangat besar. Terlebih lagi, wasit pertandingan dalam hal ini Menteri Pertanian dan hakim garis ialah Menteri Perdagangan tidak mengawasi pertandingan secara fair play. Kemudian pelaksana pertandingan dalam hal ini Presiden Republik Indonesia terus melanjutkan pertandingan meskipun banyak terjadi pelanggaran dan seolah enggan menghentikannya.

Sebagai penutup, Firdaus memberikan alternatif dalam menangani persoalan peternak mandiri yaitu menekan Presiden Jokowi menerbitkan Keppres yang mewajibkan seluruh kementerian terkait perunggasan untuk melindungi peternak dari fluktuasi harga dan memastikan harga sapronak dan hasil ternak yang menguntungkan peternak rakyat. Selain itu perlu revisi UU 18/2009 j.o UU 41/2014, berikan kemandirian bibit bagi peternak rakyat yang dihimpun dalam koperasi, segmentasi pasar, dan perkuat peternak rakyat untuk dengan menugaskan seluruh kementerian terkait dan akademisi untuk membangun integrasi horizontal.

Pic : mediaindonesia.com

“Kondisi ini merupakan persoalan yang sangat kompleks, peran serta mahasiswa peternakan sangat dibutuhkan karena sedang terjadi kerugian terhadap peternak mandiri. Kita sebagai mahasiswa harusnya resah dan turut serta dalam mengawal isu ini,” ungkap Usup selaku perwakilan dari BEM Fapet Unsoed.

“Peternak mandiri terus merugi karena harga bahan baku produksi seperti DOC, pakan, obat selalu fluktuatif, dan juga harga jual yang tidak menentu bisa sampai pada titik terendah yang lebih rendah dibandingkan biaya produksi. Oleh karena itu diperlukan evaluasi terkait regulasi pemerintah terkait perunggasan yang sudah berlaku,” ujar Putra perwakilan BEM Fapet UB.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan mahasiswa peternakan dari UGM, IPB, UB, Polibangtan, dan dari bebrapa universitas yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka menyepakati bahwa pemerintah dengan kebijakannya sudah selayaknya memihak kepada peternak rakyat daripada terus melanggengkan dominasi integrator dalam industri perunggasan di Indonesia.

Iwang, selaku Ketua Koperasi Peternak Milenial yang mewakili peternak ayam mandiri merasa berterimakasih karena mahasiswa sudah turut serta mengawal isu yang sedang menimpa peternak rakyat. “Banyak ketidakadilan yang terjadi dan sangat berdampak pada peternak mandiri yang terus mengalami kerugian, kebijakan pemerintah sejauh ini belum mampu menyejahterakan peternak mandiri,” ujarnya yang juga pernah menjadi aktivis mahasiswa.

Kegiatan konsolidasi nasional diinisiasi oleh Koperasi Peternak Milenial dan BEM Fapet Unpad yang sebelumnya sudah pernah dilaksanakan konsolidasi nasional yang pertama bulan Juli. Dalam konsolidasi jilid II dihadiri sebanyak 79 partisipan dari elemen mahasiswa dan peternak mandiri. Selain itu, acara tersebut akan terus berlanjut guna mengawal isu-isu yang berkaitan dengan keresahan dan kesejahteraan peternak rakyat.

Reporter dan Narasi : Ulil/Hus

Editor : Abhipraya/Hus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *